Supaya Kebaikan Mendekat
Sejarahnya nih.. Pertama muncul keinginan atau niat menghafal dari diri sendiri ketika kuliah semester 3, singkat cerita saya sudah menghafal semenjak SD kelas 6 ketika itu orang tua memasukkan saya ke pondok pesantren menghafal di daerah pesawaran. Selama belajar dan menghafal Al Qur’an di pesantren, karna memang bukan niat dari pribadi untuk menghafal alhasil saya termasuk santri dengan capaian terbawah. Saat itu kawan-awan selesai menghafal tuntas, saya masih tiga belas juz. Melanjutkan SMA, saya masuk SMA Islam Terpadu di Bogor saat itu belum ada program khusus menghafal sehingga hafalan saya menjadi tidak terjaga dan tersisa 10 juz.