Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi

Setiap Huruf jadi Investasi Akhirat

Gambar
Membahas masa depan tentu kita terpikir soal kehidupan yang mapan, bisnis sukses, punya aset banyak. Ya kan? Soal akhirat masih kah terfikirkan oleh kita? Saya adalah Mahasiswa diploma semester tujuh di fakultas MIPA di jurusan Ilmu Komputer. Asli kelahiran BandarLampung. Dengan kegiatan yang tak jauh berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Tugas-tugas kuliah, kegiatan himpunan, sampai berjualan. Kadang merasa penat kalau harus ditambah menghafal, tapi.

Supaya Kebaikan Mendekat

Gambar
Sejarahnya nih.. Pertama muncul keinginan atau niat menghafal dari diri sendiri ketika kuliah semester 3,   singkat cerita saya sudah menghafal semenjak SD kelas 6 ketika itu orang tua memasukkan saya ke pondok pesantren menghafal di daerah pesawaran. Selama belajar dan menghafal Al Qur’an di pesantren, karna memang bukan niat dari pribadi untuk menghafal alhasil saya termasuk santri dengan capaian terbawah. Saat itu kawan-awan selesai menghafal tuntas, saya masih tiga belas juz. Melanjutkan SMA, saya masuk SMA Islam Terpadu di Bogor saat itu belum ada program khusus menghafal sehingga hafalan saya menjadi tidak terjaga dan tersisa 10 juz.

Belajar KEhidupan dari Seekor Laron

Gambar
“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri) Kalau kata Cak Lontong "Mikir!!" Menjadi ironi tersendiri dalam hati, melihat sekumpulan binatang-binatang kecil yang memiliki umur yang begitu singkat, terbang hanya sebentar, sekarat sebentar lagi. Lahirnya hanya untuk melengkapi status sebelum mati. Seakan hidup mereka benar-benar tidak berarti. Namun berubah menjadi menarik, ketika mereka di masa dewasanya, ketika mereka sudah punya sayap, mereka terbang, pergi mencari cahaya dan seolah berusaha untuk memiliki cahaya itu sepenuhnya. Pada akhirnya cahaya itu pun tetap bersinar dan sang laron pun mendapatkan hasil yang nihil, mereka tak mampu menggenggam cahaya itu, dan pada akhirnya sayap mereka patah, dan mereka mati, kembali menjadi debu.

Piala Dunia di Mata Indonesia

Gambar
Piala Dunia 2014 segera digelar di Brasil pada Juni mendatang. Kendati Timnas Indonesia tidak ikut berlaga di ajang sepakbola sedunia itu, auranya kemeriahan tetap terasa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mendapat kehormatan untuk memegang langsung trofi tersebut. We O We banget kayaknya, tapi masih ada yang lebih WOW lagi yaitu sejarah sang Piala Dunia sendiri. Sebagai piala bergulir sang trofi memiliki banyak sejarah yang penting dicatat sebagai pengetahuan bagi para penggiat sepak bola. Bicara soal negara kita, mmm masih meragukan tapi punya sejarah tersendiri. Saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dar...

Berkorban Untuk Saudara2 Kita

Gambar
  Hayati lalu renungi... 1. Menghidupkan sunnah Nabi ALLAH, Ibrahim a.s., 2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada ALLAH. 3. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati dan berjihad di jalan ALLAH. 4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan ALLAH. 5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia. Coba kita pikirkan dan renungkan, setelah kita membaca lima angka manfaat di atas dengan analisis apapun. Yang saya ingin ingatkan hanya satu, Firman Allah swt dalam surat Ar-rahman yang artinya " Nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?" kalimat ini di ulangi hingga puluhan kali yang mengartikan ini bukan pertanyaan sederhana. Dengan kita memikirkan juga apa sih yang pernah kita lakukan di dunia. Belajar? Ibadah? atau bahkan Bersedekah?. manakah yang lebih banyak? Kalau memang anda berpikir seperti itu, bagaimana dengan yang namanya "Maksiat" ? Apa kita gak pernah, come on lah saya juga awalnya berpikir sam...

MOTIVASI : Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja

Gambar
Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?" katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja. Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, y...